Wednesday, October 24, 2018

MOBNAS "MOBIRA DAN MARVIA" RINTISAN INDOMOBIL YANG TERSANDUNG LEGALITAS

Setelah berbagai ATPM otomotif di Indonesia turut berkompetisi menjalankan program kendaraan yang menggunakan kandungan local dengan konsep KBNS (Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana) dan sesuai dengan aturan pemerintah di waktu itu yang  melarang kedatangan kendaraan penumpang yang berbentuk Completely Built Up (CBU). Sekitar tahun 1985 Indomobil yang kala itu sukses dengan penjualan mobil Suzuki Super Carry yang berbasis mobil angkutan barang, kesuksesan ini lantas tak membuat para pembesar Indomobil berpuas diri. Di benak mereka ingin menciptakan mobil penumpang untuk rakyat. Subronto Laras termasuk pencetus ide Mobira ini, Subronto Laras ingin membuat mobil dari fiberglass karena teknologi pembuatan bodynya lebih sederhana tanpa memerlukan mesin stamping dan dies yang memerlukan investasi besar. Kerjasama ini dijajaki Subronto Laras dan kawan-kawan saat ke perusahaan mobil sedan 3 roda Reliant Robin yang terkenal di Inggris. Namun tawarannya kurang bersambut, karena Reliant Robin menginginkan standardisasi produk yang kala itu menelan biaya tak kurang dari 5 juta dolar. Di satu sisi Indomobil baru saja mendapat tugas baru untuk menangani Volvo yang di import dalam bentuk CKD (Completely Knock Down) untuk pasaran Indonesia, kala itu pemerintah tidak membolehkan import mobil secara CBU (Completely Built Up).  Perakitan Volvo yang berada di Ancol di bawah bendera PT. Indonesian Swedish Manufacturing Company (PT. ISMAC), saat itu dalam kondisi low capacity, karena penjualan Volvo yang tidak begitu bagus, meski para petinggi Indomobil sudah menawarkan innovasi tentang Volvo Limousine ke sejumlah milliarder Indonesia termasuk Abu Rizal Bakrie. Persaingan yang begitu sengit pada mobil premium ini terutama muncul dari kubu pabrikan Jerman, Mercedes dan BMW

Para petinggi Indomobil masih berpikir keras bagaimana bisa investor masuk ke Indonesia lagi dengan konsep mobil CKD, terutama untuk mobil penumpang. Karena pada waktu itu mobil KBNS (Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana) sudah menggunakan system full CKD bahkan ada ATPM yang membuat Stamping dan Dies untuk body yang disesuaikan dengan filosofis mobil KBNS Indonesia. Para petinggi Indomobil saat itu melirik ke Eropa karena investasi dari Eropa sangat sedikit, mereka kemudian melakukan perundingan dengan Porsche AG di Jerman. Porsche saat itu menyambut baik kedatangan Indomobil, karena Indomobil mempunyai nama yang baik dalam penjualan mobil di Indonesia.
Sambil menunggu realisasi investasi dari Porsche AG Jerman para petinggi Indomobil  mendirikan perusahaan pembuatan mobil dari body fiberglass dengan nama perusahaan PT. Marvia Graha Motor pada tahun 1988, dengan digawangi Marvi Affandi dari Indomobil. Indomobil memberikan dukungan penuh pada perusahaan ini termasuk menyuplai mesin dan frame untuk mobil fiberglass buatan Marvia ini, sampai dengan penjualannyapun di back up penuh Indomobil. Mobil ini dinamakan dengan Marvia, sebagian besar produknya adalah replica dari mobil-mobil mewah kuno. Penjualan terbesar waktu itu ketika perusahaan obat sakit kepala BOSKA  dari DEXA MEDICA yang memakai bintang iklan Rhoma Irama memesan beberapa  puluh unit Delivary van dengan basis Katana Long sebagai mobil replica mobil angkutan jadul untuk armadanya.

Produk Marvia Delivary Van basic Katana Long
Subronto Laras belum puas dengan hasil tersebut, beliau kemudian mengajukan proposal ke Mazda Motor CorporationSoebronto Laras mengundang Mazda agar mau menjadi pioneer membuat sedan di Indonesia. Waktu itu semua sedan yang masuk cuma dirakit dan terkena bea masuk yang sangat tinggi. Sementara itu, mobil niaga semacam Kijang dan Suzuki Carry dibebaskan dari pajak dan bea masuk. Untuk membebaskan bea masuk, komponen-komponennya harus dibuat di Indonesia. Mazda kemudian menyetujui proposal itu namun tidak bisa membuat model sedan baru. Karena biaya riset  dan uji coba yang dibutuhkan sangatlah tinggi, akhirnya dipilihlah model sedan Mazda yang pernah beredar di dunia termasuk di Indonesia. Model ini dikenal didunia sebagai Mazda GLC (Great Little Car) 323 Familia, yang di produksi dan beredar di tahun 1977 sampai dengan tahun 1980.

Iklan Mazda GLC untuk Amerika Utara

Mazda Motor Corporation, Indomobil, dan Sumitomo Trading Corporation kemudian bermitra mendirikan PT Mazda Indonesia Manufacturing (MIM). Peralatan dan segala macam teknisnya disediakan Mazda, sementara lokasi manufacktur disediakan Indomobil di kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi. Pada 1 Agustus 1989,  di Tambun Bekasi peletakan batu pertama pembangunan pabrik PT MIM dihadiri Dirjen Industri Mesin, Logam Dasar dan Elektronika Departemen Perindustrian Soeparno Prawiroadiredjo dan Bupati Bekasi Suko Martono. Pembangunan pabrik direncanakan selesai pada April 1990 dengan investasi keseluruhan sebesar Rp 60 miliar. Ditargetkan selesai pada Juni atau Juli 1990, setelah trial run (pengujian), Mobira Mazda mulai akan diproduksi secara massal, untuk official distributor Mazda saat itu ditangani oleh, PT. Aneka Motor, salah satu grup usaha milik Indomobil.
Namun karena sampai dengan bulan April  tahun 1990 pabrik di Tambun Bekasi belum bisa beroperasi, maka untuk sementara waktu perakitan memanfaatkan sisa kapasitas terpasang dari   PT. Indoswedish yang terletak di Ancol. Pada tahun 1990 Mazda Mobil Rakyat diluncurkan dengan bintang iklan Hasyim Ning salah seorang tokoh terkemuka pelaku usaha otomotif di Indonesia. Mantan pembalap nasional, Benny Hidayat, jadi instruktur trial run pada prototype mobil rakyat itu. Mazda Mobil Rakyat ini diproduksi mulai tahun 1990 hingga tahun 1993, rencana awal Mazda Mobil Rakyat ini menggunakan platform body yang sama dengan Mazda GLC 323, dengan menggunakan mesin TC 1300 cc, namun karena tes pasar beberapa unit mobil yang menggunakan mesin TC 1300 cc tidak terjual akhirnya diputuskan seluruhnya menggunakan mesin UC 1400 dengan menggambil transmisi yang sama yaitu 5 speed. Adapun untuk body ubahan yang dilakukan adalah menempatkan head lamp Mazda GC pada mobil ini, sedangkan dibagian buritan tail light dipasangi pemanis garnish merah yang menghubungkan antar lampu tail light. Karena Mazda Mobil Rakyat saat itu masih dikategorikan sedan maka tidak bisa dilakukan pemotongan pajak, karena menurut menteri keuangan, belum bisa diputuskan  masalah  lokalisasi product  bisa dikaitkan  dengan pemotongan pajak, sejauh belum ada peraturan mobil nasional, sehingga PPN BM-nya waktu itu tetap terkena  30%. Mazda Mobil Rakyat ini akhirnya terasa berat bersaing, karena mobil (BUV) Kijang saat itu dijual hanya 18 juta rupiah, sedangkan Mazda Mobil Rakyat harus dijual pada kisaran 22 juta, sehingga hanya beberapa ribu unit yang terjual dalam 3 tahun produksi, itupun banyak ditawarkan melalui jalur-jalur birokrasi.

  Akhirnya dengan belum adanya peraturan terkait lokalisasi product, dengan terpaksa  untuk  mendongkrak penjualan dan menghilangkan kesan mobil murah maka dilakukan facelift pada tahun 1993 dengan memberikan nama Mazda Mister Ninety dengan ubahan pada dumper menggunakan material plastic polyurethane dan ditambah  spoiler  pada hatch back serta dilengkapi dengan wiper dan washer. Mobil ini juga menggunakan mesin Mazda seri UC 1400 cc dengan kompresi lebih tinggi sehingga lebih bertenaga. Untuk lebih meyakinkan masyarakat, Indomobil  melalui PT. Aneka Motor menggandeng pembalap papan atas Indonesia Aswin Bahar sebagai duta Mazda MR 90 (Mister Ninety). Mazda MR 90  ini diproduksi hingga akhir tahun 1995 dengan seri nama terakhir Baby Boomers, untuk manufacturing masih dilakukan di PT. ISMAC yang berlokasi di Ancol.
Iklan Mazda MR 90


Mazda Mister Nnety
Mazda Baby Boomers

Sementara fasilitas manufacturing PT. MIM yang ada di Tambun  Bekasi mulai di operasikan untuk pembuatan Mazda model van/station wagon/estateMazda ini dinamakan Vantrend. Sebenarnya Mazda  Vantrend ini merupakan Mazda GLC Estate yang dimunculkan kembali untuk pasaran di Indonesia,  produk ini dimulai dari tahun 1993-1994 untuk model standart dengan ubahan pada lampu depan berbentuk kotak persegi, sebanyak empat buah. Suspensi masih mengandalkan bawaan Mazda GLC Estate, depan Macpherson strut coil spring with sway bar, belakang rigid axle dengan leaf spring.  Untuk mesin menggunakan UC 1400 dengan model Single Timing Chain. Selanjutnya untuk model di tahun 1994-1997 ada sedikit perubahan pada Mazda Vantrend ini antara lain sudah menggunakan pengapian menggunakan modul FTI, adanya  Power steering EPS, dan Central Lock, serta ada opsi Power Window untuk bagian pintu depan.

Mazda Engine UC 1400

Suspensi Mazda GLC, yang dipakai di Mazda MR 90

Suspensi belakang Mazda  GLC Estate dipakai di Mazda Vantrend
Mazda GLC Wagon/Estate yang dijual di Amerika Utara

Iklan macam variasi bentuk Mazda Vantrend yang ditawarkan


Iklan FTI (Full Transistor Ignition)  pada Vantrend

Kelengkapan Power dan Central lock pada Mazda Vantrend


Sementara di sisi  lain dari Indomobil,  PT. Marvia Graha Motor yang digawangi Marvi Affandi semakin banyak membuat replica-replika mobil kuno, dengan basis mesin maupun rangka dari Suzuki Carry 1000, Katana SJ410, Mazda 323 UC, serta Nissan Laurel, bermacam bentuk replica mobil dibuat seperti Marvia Roll Royce Silver Shadow II, Marvia Cobra dan lain-lain. Kemudian pada tahun 1993 Indomobil memesan beberapa puluh unit panel indicator serta lampu-lampu  yang terdapat pada Porsche 911 dengan alasan untuk dipelajari agar nanti siap bila kelak Porsche A.G. akan melakukan perakitan mobil Porsche yang bekerjasama dengan Indomobil di Indonesia.


Marvia model Roll Royce Silver Shadow
Marvia  Shelby Cobra

Agar dalam mempelajari pemasangan panel indicator  dan lampu-lampu mobil Porsche 911 ini mendapatkan gambaran yang mendekati kondisi sesungguhnya maka, dibuatlah beberapa unit body tiruan mobil Porsche 911 dengan menggunakan fiberglass. Tidak tanggung-tanggung agar mobil ini dapat berjalan layaknya mobil betulan maka dibuat semacam prototype dengan menggunakan mesin Mazda UC 1400 (Mazda 323 Familia). Penampakan dan dimensi persis dengan Porsche 911, sehingga ketika di pajang di Showroom Indomobil banyak peminat yang memesan mobil Marvia Porsche ini.  Sampai pada  akhir tahun 1997, Marvia Porsche 911 ini terjual tak kurang dari 50 unit. 


Marvia Porsche 911
Marvia Porsche 911 

Mendapati bahwa di Indonesia telah beredar Porsche 911 tiruan dalam jumlah yang tak sedikit. Porsche A.G. berencana melakukan gugatan terhadap Indomobil begitu pula dengan Mazda yang merasa mesin Mazda UC 1400 miliknya telah digunakan tanpa ijin untuk pembuatan Porsche 911 tiruan ini. Hingga pada akhirnya tahun 1997, PT. Mazda Indonesia  Manufacturing ditutup. Segala mesin cetak dan produksi di tarik kembali oleh Mazda Motor Corporation Jepang.  PT. Indomobil mendapatkan sanksi penalty, sedangkan PT. Marvia Graha Auto yang memproduksi mobil replica dari fiberglass inipun akhinya dibubarkan, dan official distributor untuk mobil Mazda di Indonesia, PT. Aneka Motor pun ikut dibubarkan, untuk sementara penjualan dan distributor Mazda yang masih beredar di Indonesia ditangani Indomobil melalui grup usaha yang lain yaitu PT. Unicor Prima Motor. Walaupun semua rintisan produk Indomobil ini berakhir namun  begitu PT. Marvia Graha Auto tetap terkenal sebagai legenda pembuat mobil replica di Indonesia, dan produk-produknya sampai sekarang masih banyak beredar dengan harga yang cukup bertahan bahkan cenderung naik. Di sisi lain walaupun Mazda MR dan Vantrend  produk PT. MMI untuk sparepartnya sudah sulit di dapat di pasaran Indonesia, namun hal itu tidak menghambat para penggemarnya untuk tetap mempertahankan kelestariannya, banyak substitusi sparepart dari produk mobil lain ternyata bisa dan cocok diaplikasi pada Mazda produk PT. MMI ini. 


Specification  Mazda MR 90
Engine Series
UC 1400
Bore x stroke
Compression ratio
Power (DIN)
Valve system
Timing system
Ignition system

1415 cc, 4 cylinder inline.
77 mm x 76 mm
9,0 :1
70 BHP/5700 rpm
Over Head Camshaft 2valve each cylinder
Timing Chain double chain.
Conventional with contact breaker
Chassis
Rear Suspension
Front Suspension
Lay out Drive train
Hand brake
Stick shifter
Tyre
PCD Velg
Bumper
System Steering
Monocoque body shell
Trailing arm, Coil spring, rigid axle, drive axle
Macpherson Strut, Coil spring, sway bar
Front Engine rear wheel drive
Floor Hand Brake, with levers
On the floor
13”
110 mm
Iron
Worm gear with pitman arm
Accumulator
12V 40 AH
Dimension
Length
Width
Wheel base

3970 mm
1595 mm
2315 mm
Gear shift
1st
2nd
3rd
4th
5th
Reverse
Transmission Oil/Fluid capacity
5 speed
3,337
1,995
1,301
1,000
0,831
3,337
1,7 L
Specification  Mazda Baby Boomers
Engine Series
UC 1400
Bore x stroke
Compression ratio
Power (DIN)/rpm
Valve system
Timing system
Ignition system

1415 cc, 4 cylinder inline.
77 mm x 76 mm
9,2 :1
72 BHP/5700 rpm
Over Head Camshaft 2valve each cylinder
Timing Chain double chain.
Conventional with contact breaker
Chassis
Rear Suspension
Front Suspension
Lay out Drive train
Hand brake
Stick shifter
Tyre
PCD Velg
Bumper
Rear Spoiler
System Steering
Monocoque body shell
Trailing arm, Coil spring, rigid axle, drive axle
Macpherson Strut, Coil spring, sway bar
Front Engine rear wheel drive
Floor Hand Brake, with levers
On the floor
13”
110 mm
Polyurethane
Polyurethane
Worm gear with pitman arm
Accumulator
12V 40 AH
Dimension
Length
Width
Wheel base

4010 mm
1595 mm
2315 mm
Gear shift
1st
2nd
3rd
4th
5th
Reverse
Transmission Oil/Fluid capacity
5 speed
3,337
1,995
1,301
1,000
0,831
3,337
1,7 L
Specification  Mazda Van Trend
Engine Series
UC 1400
Bore x stroke
Compression ratio
Power (DIN)/rpm
Valve system
Timing system
Ignition system

1415 cc, 4 cylinder inline.
77 mm x 76 mm
9,2 :1
72 BHP/5700 rpm
Over Head Camshaft 2valve each cylinder
Timing Chain Single Chain.
Full Transistor Ignition (FTI)
Chassis
Rear Suspension
Front Suspension
Lay out Drive train
Hand brake
Stick shifter
Tyre
PCD Velg
Bumper
System steering
Monocoque body shell
Leaf Spring, rigid axle, drive axle
Macpherson Strut, Coil spring, sway bar
Front Engine rear wheel drive
Floor Hand Brake, with levers
On the floor
13”
110 mm
Polyurethane
Worm gear with pitman Arm  EPS Assist
Accumulator
12V 40 AH
Dimension
Length
Width
Wheel base

4145 mm
1595 mm
2315 mm
Gear shift
1st
2nd
3rd
4th
5th
Reverse
Transmission Oil/Fluid capacity
5 speed
3,337
1,995
1,301
1,000
0,831
3,337
1,7 L